Author Archives: admin

7 Ide Beri Edukasi Keuangan Kepada Anak

Orangtua merupakan sosok utama yang dapat mengenalkan edukasi keuangan kepada anak.

Cara ini dilakukan agar ketika anak mulai beranjak dewasa, ia akan bisa membuat keputusan yang baik mengenai keuangan.

Bila dilihat dari segi waktu yang tepat dalam mengedukasi anak adalah ketika anak sudah masuk usia Sekolah dasar atau SD.

Sebab di usia tersebut anak akan belajar matematika dasar seperti penambahan dan pengurangan angka yang dapat dilatih dan diterapkan dalam keseharian dengan cara menabung.

Apabila di sekolahnya diajarkan menabung dengan dibuatkan buku tabungan, maka tugasnya orang tua hanya mengontrol saja agar pengeluarannya dari uang saku tetap ada, namun menabungnya pun juga tetap ada.

Tentu sebagai orang tua tidak dapat mengandalkan sepenuhnya dalam pengajaran pendidikan khususnya untuk mendidik anak tentang keuangan sejak kecil.

Oleh karena itu orang tua juga dapat mengajarkan pada anak usia dini untuk dapat mengelola keuangan yang dimiliki anak sejak dini, dengan cara berikut di antaranya

1. Kenalkan dan Ajarkan Tentang Konsep Uang

Ketika anak sudah mulai mampu berhitung, maka tidak ada salahnya mengajarkan atau mengenalkan anak tentang uang, misalnya dari pecahan kecil seperti uang lima ratus rupiah dan sejenisnya. Ajak anak berhitung selisih uang yang diberikan orang tua dan yang telah ia gunakan untuk jajan.

2. Beri Pengajaran dengan Memberikan Uang Saku

Dengan memberikannya uang saku, itu akan mengajak anak Anda untuk belajar dewasa mengatur keuangan. Sehingga secara perlahan ia akan mulai untuk mengelola keuangan yang dimilikinya.

3. Ajarkan Anak untuk Terbiasa Menabung

Dengan mengajarkan anak menabung, maka anak akan lebih disiplin dalam mengontrol keuangan yang telah diberikan oleh orang tuanya.

Berikanlah penjelasan sederhana dengan menabung anak akan mendapatkan sesuatu yang berharga di masa mendatang, serta ajarkan manfaat dari menyisihkan uang jajannya setiap hari dengan dimasukkan ke celengan terlebih dulu.

Kemudian ketika beranjak dewasa, anak diajarkan untuk berinvestasi secara perlahan-lahan dengan mengajarkannya membeli reksa dana dan sejenisnya.

4. Ajarkan Anak untuk Berbagi Pada Sesamanya

Dengan mengajarkan konsep berbagi dengan saudaranya, secara perlahan itu akan mengajarkan anak mengenai beramal yang identik dengan kegiatan keagamaan sehingga diharapkan ia akan menjadi lebih saleh.

Dengan pemahaman mendasar tersebut mengajarkan anak agar dapat tetap berbagi dengan sesamanya di sekolah walaupun orang tuanya sedang tidak di dekatnya.

Selain itu ajarkan pula nilai kemanusiaan bahwa tidak semua manusia memiliki nasib yang sama. Sehingga anak menyadari betapa pentingnya berbagi dengan sesama khususnya bagi mereka yang membutuhkan.

5. Diajarkan Melalui Konsep Game atau Permainan

Melalui permainan anak tanpa sadar sedang diajarkan tentang mengelola keuangan. Sebagai contoh dalam memainkan permainan monopoli, cashflow 101, dan masih banyak lagi.

Manfaatkan permainan tersebut dengan lebih menyenangkan sehingga perlahan anak dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-harinya.

6. Ajak Anak Ketika Belanja Bulanan

Dengan mengajak anak berbelanja, secara tidak langsung itu akan mengenalkan angka secara riil di lapangan.

Dengan begitu anak akan dapat secara otomatis berhitung jumlah barang yang dibeli orang tuanya dan jumlah uang yang dikeluarkannya.

Selain itu anak pun menyaksikan langsung terjadinya transaksi jual beli mulai dari menanyakan harga, tawar menawar, hingga terjadinya pembelian.

7. Ajarkan Mengenai Prioritas

Bila secara langsung mengajarkan secara definisi dan teori memang anak tidak langsung dapat memahaminya. Namun bila diberikan pertanyaan terbuka seperti mau mainan atau jalan-jalan, maka anak akan memilih keduanya.

Namun ajarkan anak untuk memilih salah satunya mana yang lebih didahulukan. Dengan begitu anak secara perlahan diajarkan untuk mana yang lebih prioritas untuk didahulukan tanpa harus mengajarkan secara formal.

Biasakan Anak Anda Dalam Mengatur Keuangan

Harapannya dengan menerapkan cara tersebut anak dapat segera memahami bagaimana cara mengelola keuangan yang baik sehingga tidak perlu lagi repot mengajarkannya secara khusus karena lebih tepat serta efisien bila mengajarkannya dengan membiasakan diri mengatur keuangan mulai dari uang sakunya di kehidupan sehari-harinya.

Jadi tidak ada lagi anak yang hanya mampu menghamburkan uang yang diberikan oleh orang tuanya saja tanpa dikelola dengan baik karena orang tuanya telah mengajarkannya sejak dini.

Diambil dari Liputan 6 Oleh Agustina Melani

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Membangun Usaha Kecil, Bukan Startup

Saya mengerti, kita semua ingin melakukan sesuatu yang penting. Kita semua ingin menciptakan produk istimewa, mendirikan perusahaan bernilai, dan mengerjakan hal-hal yang dapat mengubah dunia serta punya dampak sangat besar. Hal-hal seperti ini kerap kali saya temukan di komunitas wirausahawan dan teknologi.

Pertanyaan yang kami ajukan, tatkala kami mendengar sebuah gagasan maupun ide baru—entah itu energi terbarukan hingga aplikasi pesan instan, adalah berikut ini:

Mampukah gagasan tersebut berkembang?

Ketika kita merasa gagasan yang sedang kita pikirkan tak dapat berkembang hingga digunakan satu juta pengguna, dan tidak dirancang untuk meraih pendapatan puluhan triliun rupiah, kita pun melupakan gagasan tersebut.

Terkadang, kita bahkan menertawakannya. Saat kita melakukan hal tersebut, kita jadi orang yang brengsek. Benar-benar brengsek. Karena mendirikan perusahaan teknologi yang besar, megah, dan bernilai bukanlah hal yang paling utama. Dan memilih untuk tidak melakukannya tak membuat kita menjadi orang yang bodoh.

Sejujurnya, jika kamu memilih jalan yang berlawanan, kamu berpeluang untuk dapat lebih bahagia, jarang sakit-sakitan, lebih kaya, dan jauh lebih bijak. Kamu bisa memilih untuk mendirikan usaha online kecil-kecilan ketimbang berencana membangun startup unicorn. Memang, apa bedanya?

Startup unicorn memerlukan pertumbuhan pesat dan besar, juga memerlukan investasi dan harus mendominasi.

Usaha online berskala kecil hanya memerlukan pertumbuhan dalam batasan yang jelas, meraih keuntungan, dan melayani pelanggan.

Rencana untuk tidak menargetkan pertumbuhan yang luas mungkin agak berlawanan dengan apa yang kamu mau. Akan tetapi, saya yakin ada cukup banyak manfaat yang bisa kamu petik hanya dengan mendirikan usaha kecil.

Kamu bisa fokus pada kesederhanaan produk

Secara harfiah, kamu membangun sesuatu yang kecil, dengan batasan dan patokan yang jelas. Tak ada tekanan yang besar untuk menambahkan fitur tertentu pada produk kamu, yang berarti kamu punya kebebasan untuk fokus terhadap bagian produk yang paling esensial bagi kamu dan pelanggan.

Menciptakan produk yang mengutamakan kesederhanaan adalah tantangan besar bagi banyak perusahaan besar dan berkembang. Bisnis skala kecil tak punya kendala semacam itu.

Pegawai kamu lebih penting

Ketika kamu memilih usaha skala kecil, kamu bisa habiskan waktumu dengan para pegawai yang berarti dalam bisnis kamu. Entah jumlah pegawaimu hanya satu atau lima, orang-orang itu akan menjadi prioritas utama kamu daripada jika kamu mempekerjakan banyak pegawai untuk mengejar pertumbuhan. Dalam bisnis skala kecil, para pegawai adalah yang utama.

Lebih mudah dalam mengatur bisnis

Saya suka saat melihat sentuhan pribadi pada setiap bisnis dan produk. Hal itu mustahil terjadi ketika kamu berambisi mendirikan perusahaan yang sangat besar. Namun hal itu jadi sangat mungkin ketika kamu mulai dengan mendirikan sesuatu yang kecil. Kamu bisa gunakan waktumu untuk memastikan bahwa para pelanggan dan konsumen mendapat perhatian setiap waktu.

Kecil bukan berarti miskin

Meski perusahaan kamu kecil dan produk kamu hanya digunakan segelintir orang, bukan berarti perusahaan kamu tak akan meraih keuntungan. Bukan berarti juga kamu akan mati dalam keadaan miskin.

Pendapatan kamu memang kecil, tentu saja. Namun peluang kamu untuk membangun perusahaan bernilai miliaran rupiah jauh lebih besar dibandingkan peluang untuk mendirikan perusahaan bernilai triliunan rupiah.

Dengan begitu, biaya operasional kamu jadi lebih sedikit, pengeluaran perusahaan dapat lebih ditekan. Kamu beserta tim berpeluang menikmati semua keuntungan yang diperoleh.

Kamu bisa mengembangkan bisnis kapan pun kamu siap

Kalau kamu ingin perusahaan kamu berkembang, kamu punya peluang lebih baik dengan melakukannya bersama perusahaan yang lebih kecil namun sukses dan mampu menghasilkan keuntungan. Ketika produk dan aliran dana perusahaan kamu sudah lebih matang, kamu tak hanya jadi menarik di mata investor, namun kamu juga bisa mendanai perusahaan dengan uang kamu sendiri.

Belum lagi pengetahuan dan pembelajaran kamu selama menjalankan perusahaan kecil bisa menjadi modal bagus saat ingin mengembangkan bisnismu.

Beberapa orang menyebutnya bootstrapping, namun saya pikir kata itu belum mewakili sepenuhnya. Bagi saya, bootstrapping hanya bermakna mendanai perusahaan kamu secara mandiri.

Memulai bisnis berskala kecil berarti mendanai sebuah perusahaan, menentukan batasan dan patokan, memahami produk atau layanan kamu, serta apa yang ingin kamu raih dengan produk atau layanan tersebut dan menyusun rencana untuk mencapai target.

Jika kamu melakukannya, kamu tak akan menjadi miliuner. Namun kamu bisa menjadi jutawan yang bahagia. Dan bagi saya, itu adalah pilihan yang sangat bagus.

Diambil dari TechInAsia Oleh Jon Westenberg

Ingin Sukses Terapkan 7 Tips Sukses Oprah Winfrey

Kenal dengan Oprah Winfrey? Jika kamu nggak kenal (ya kenalan, dong), maka mulai sekarang perbanyaklah mencari tahu tentang sosok wanita berkulit hitam itu. Sosoknya yang begitu dermawan, baik hati, membuatnya semakin terkenal. Dia adalah sosok yang rendah hati di balik semua kekayaan yang dimilikinya. Bahkan, Oprah sering memberikan motivasi-motivasi luar biasa agar orang lain mampu menjadi sukses seperti dirinya.

Nah, untuk kita anak muda. Tips sukses dari Oprah sangat wajib kamu tahu, karena tidak ada salahnya kan belajar dari kesuksesan orang lain?

1. Fokuslah pada tempatmu, bukan tempat orang lain

“Bersyukurlah atas segala hal yang anda miliki, dan anda akan memiliki lebih banyak lagi. Jika anda berkonsentrasi pada apa yang tidak anda miliki, anda tidak akan pernah berkecukupan.”

Di sini Oprah ingin mengatakan bahwa kita harus fokus pada apa yang ada pada diri kita, pada bakat, kemampuan, dan apapun yang kita miliki, serta pada impian kita. Jika kita mampu fokus pada hal-hal utama tersebut, maka sistem SAR atau Sistem Aktivasi Retikular dalam pikiran manusia akan membantu mencari bukti (dalam hal ini bukti pemikiran yang ditunjukkan dengan pencarian solusi).

Nah, dengan bersyukur kita akan lebih fokus pada apa yang ada dalam diri kita dan hal itu justru yang membuat kita lebih menghargai diri sendiri bahkan orang lain.

Jadi mulai sekarang, coba fokus pada dirimu dan impianmu!

2. Pahami hakikat kegagalan dan sadari bahwa kegagalan itu sebenarnya ingin bersikap baik padamu

“Saya tidak percaya akan kegagalan. Bukanlah kegagalan jika anda menikmati prosesnya.”

“Lakukan satu hal yang menurut anda tidak bisa anda lakukan. Jika anda gagal, cobalah lakukan lagi. Lakukan lebih baik pada percobaan kedua. Orang yang tidak pernah terjatuh adalah orang yang tidak pernah mengambil risiko. Ini adalah saatnya. Ambil kesempatan ini dan lakukan!”

“Saya percaya salah satu risiko terbesar dalam kehidupan adalah tidak adanya keberanian untuk mengambil risiko.”

Mulai saat ini jangan pernah takut gagal! Nikmati aja prosesnya, karena tiap proses itu pasti ada pelajaran baru yang kamu dapatkan. Dan pelajaran itulah yang jadi modal terbesarmu untuk meraih kesuksesan.

3. Rasa takut itu ada karena kamu membiarkannya

“Apapun yang anda takuti sebenarnya tidak memiliki kuasa atas anda – rasa takutlah yang menguasai diri anda.”

Untuk kasus ini kita misalkan saja ada seorang cewek takut kecoa. Dia di kos sendirian dan ada kecoa gede nongol di sampingnya. Mau gak mau dia harus bunuh kecoa itu walaupun dia takut, lha wong memang di kosnya lagi gak ada siapa-siapa (ceritanya temen-temennya pada pulkam).

Nah, dari perumpamaan itu kita bisa tahu bahwa rasa takut itu ada karena kita yang memikirkannya. Jadi, kalau kita mau membunuh rasa takut itu ya hanya dengan satu cara, yaitu melawannya. Dengan apa? Sapu? Pedang? Bukan! Perangi rasa takutmu itu dengan melakukan hal yang kamu takuti itu. Misal, kamu takut ketinggian. Coba main flying fox. Kamu takut kecoa, coba main sama kecoa. Beres, kan?

4. Berbuatlah hal yang benar, walaupun tidak ada orang lain yang melihatnya

“Inti dari integritas adalah melakukan hal yang benar, terlepas dari apakah orang lain mengetahui anda melakukannya atau tidak.”

Buatlah aturan untuk dirimu sendiri. Jangan menunggu perintah dan aturan orang lain. Kenapa? Karena manusia cenderung untuk segan pada orang yang membuat perintah. Jika kita membuat aturan untuk diri sendiri, maka kita menyegani diri kita sendiri. Karena hal baik itu harusnya dilakukan untuk diri sendiri dulu, baru untuk orang lain.

5. Kamu akan memanen apa yang kamu tanam

“Satu hal yang saya yakini adalah apa yang anda berikan akan kembali pada diri anda sendiri.”

Nah, di sini hukum alam berlaku. Jika kamu menanam pisang, yang kamu panen pasti pisang. Bukan mangga. Kalau kamu berbuat baik, ya pasti kamu dapetnya juga yang baik.

Ngerti, nggak? Kalau nggak ngerti tanyain ke penulisnya secara pribadi aja, deh. Daripada urusannya panjang.

6. Lupakan masa lalu! Karena kamu hidup di masa sekarang, bukan masa lalumu itu

“Ambil nafas, lepaskan, dan ingatkan diri anda bahwa saat ini merupakan waktu yang anda miliki dengan pasti."

Buat apa mengingat masa lalu? Kalau masa lalu itu hanya berisi hal-hal negatif? Di sini Oprah ingin mengatakan bahwa kita harus melupakan masa lalu yang negatif. Yang hanya membuat semangat hidup kita turun. Misalnya, mantan. Ngapain coba kamu mengingat mantan kalau hanya akan mengembalikanmu pada rasa sakit? Gunanya apa, gitu? Mending fokus pada masa depanmu. Pada cewek atau cowok yang mungkin sekarang sedang menunggu. Fokus buat menjemputnya. Fokus untuk menjemput mimpimu!

7. Tuhan itu penulis skenario. Kamu adalah pemegang kendalinya

“Setiap dari kita bertanggung jawab atas kehidupan kita sendiri – bukan orang lain.”

Tuhan itu yang menciptakan manusia dan menulis takdirnya. Tapi, kita bisa mengubah takdir dengan berusaha. Karena sebenarnya kita punya kendali. Kita adalah sopirnya. Kita memegang setir mobilnya. Jadi, gak usah takut! Karena ini kehidupanmu dan kamu yang paling paham dengan apa yang kamu mau, bukan orang lain.

Gimana? Udah mulai ngerti dengan cara pandang kesuksesan seorang Oprah? Atau mungkin makin bingung? (Kan tadi udah dibilang, kalau masih bingung nanya langsung ke penulisnya). Oh ya, selain ketujuh tips itu. Oprah menyarankan untuk membaca salah satu buku yang berjudul ”The New World” (“Dunia yang Baru”) karangan Eckhart Tolle. Kamu bisa dapatkan buku ini di toko-toko buku (bukan apotek atau toko bangunan, gaes). Kalau nggak ada, kamu bisa beli lewat online. Ini bukan promosi loh, ya. Cuma mau kasih tau aja buat kalian yang emang hidupnya lagi galau dan pengen hidup bahagia lahir batin.

Diambil dari Hipwee Oleh Mitha Tiara

Bangun Lebih Pagi Agar Bisa Merealisasikan Startup Impianmu

Apa rutinitas pagi kamu sehari-hari? Saya sendiri terbiasa untuk bangun pukul 7.00 pagi, mandi, berpakaian, menikmati secangkir kopi, lalu pergi menuju halte bus bersama dengan para pegawai kantoran lainnya.

Siklus ini terus berlanjut dan berulang setiap hari. Walaupun ingin keluar dari rutinitas, rasanya sulit untuk membangun startup setelah lelah bekerja delapan jam sehari. Akan tetapi, jika kita tidak menyisihkan waktu untuk memulainya, kita akan terperangkap dalam lingkaran dunia korporat yang tak ada habisnya.

Hidup kita tidak akan mengalami perubahan. Pergi ke kantor sebelum pukul 9.00 pagi, berurusan dengan manajer yang selalu menekan, dan dengan sabarnya menanggapi komentar serta sindiran dari rekan kerja. Bagi saya, itu tidak terdengar seperti kehidupan yang menyenangkan.

Memulainya dengan bangun lebih pagi

Saya kemudian memutuskan untuk bangun lebih awal, pukul 5.00 pagi, dan mulai “membangun” startup saya sebelum bersiap-siap ke kantor. Awalnya saya pikir ini adalah hal yang sepele dan dapat berjalan dengan mulus, sampai saya sadar bahwa bangun pagi itu tidak mudah.

Bahkan saya sering lebih memilih untuk melanjutkan tidur. Meskipun dalam beberapa kesempatan saya berhasil bangun pagi, saya hanya menghabiskan waktu dengan bengong.

Banyak blog yang membuat seolah-olah meningkatkan produktivitas adalah hal yang mudah. Namun saat kita mencoba, kenyataannya sangat sulit. Kamu akan menemukan banyak sekali tulisan semacam ini, contohnya 8 Things Every Person Should Do Before 8 AM, 7 Things Morning People Do Differently, dan Why Productive People Get Up Insanely Early.

Terkadang , tulisan itu membuat saya merasa bersalah menikmati waktu tidur yang lama. Para orang hebat dalam tulisan itu bahkan sudah bersumbangsih pada dunia sebelum jam 8 pagi. Apakah mereka manusia normal seperti saya?

Pada kenyataannya, bangun pukul 5.00 pagi itu sangat sulit. Kita dapat mematikan alarm tanpa sadar, padahal kita punya jadwal rapat pagi. Atau menekan tombol snooze ketika kita harus mengejar kereta. Melihat kejadian ini, hal yang dapat kita lakukan adalah dengan mengubah cara kita bangun tidur.

Pilihlah alarm yang canggih

Saya bukanlah tipe orang yang senang dibangunkan tiba-tiba dengan suara berisik. Bangun tidur di pagi hari dengan perasaan terkejut rasanya tidak menyenangkan. Saya rasa akan lebih baik jika kita mencari alarm yang membangunkan kita secara bertahap, sehingga pikiran kamu akan terlebih dahulu menyiapkan tubuh untuk benar-benar bangun.

Kamu dapat mencoba alarm mesin kopi yang secara otomatis meracik kopi dan membangunkanmu dari tidur nyenyak aromanya. Selain itu, ada juga alarm Philips Wake-Up Light yang akan menyinari wajah, memberi kesan kalau itu adalah sinar matahari terbit.

Alarm berbentuk gelang juga dapat membuatmu bangun pagi melalui getaran, sehingga pasangan kamu tidak harus ikut terbangun juga. Memelihara hewan peliharaan seperti anjing atau kucing juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk bangun jam 5.00 pagi, mengingat mereka suka menjilat dan menginjak-injak wajah kita hingga terbangun.

Selain menggunakan alarm konvensional, saya juga menggunakan Warmly. Aplikasi ini akan mengeluarkan suara kicauan burung yang merdu terlebih dahulu selama lima menit, sebelum akhirnya membangunkan saya dengan alunan dawai selo dari Yo-Yo Ma.

Coba kalahkan rasa malasmu di pagi hari dengan alarm yang canggih!

Lakukan LDR (hubungan jarak jauh) dengan alarm

Mengubah kebiasaan tentu membutuhkan waktu dan proses, tidak bisa instan. Membangun kebiasaan positif seperti membaca buku, berolahraga, dan bersosialisasi, serta mengubah kebiasaan buruk seperti minum alkohol, merokok, dan mengonsumsi makanan cepat saji pasti butuh perjuangan. Saya ingin mengutip tulisan dari blog Evernote sebelum melanjutkan:

Jika kamu mau menghilangkan kebiasaan mematikan alarm, maka buatlah hal itu sesulit mungkin. Kamu bisa memasang beberapa alarm sekaligus, mengunduh aplikasi alarm dengan puzzle, atau memasukkan smartphone kamu ke dalam sebuah toples. Jika ingin bangun pagi, letakkan alarm kamu di tempat yang sulit dijangkau.

Paksa diri kamu untuk minum secangkir kopi

Setelah berhasil bangun pagi, muncul masalah baru. Bagaimana caranya agar kita tetap terjaga? Rasanya sulit untuk bangun pukul 5.00 pagi dan menahan godaan untuk kembali tidur. Lagipula, kamu bisa saja berpikiran untuk bangun pagi “besok saja,” tidak perlu dimulai dari hari ini.

Apa yang terjadi setelah itu? Kita akan menyesal telah mengikuti godaan di pagi hari untuk tidur kembali. Jadi, sebelum itu semua terjadi, minumlah secangkir kopi untuk membuatmu tetap terjaga.

Minumlah kopi sesuai dengan selera dan kebiasaanmu. Jika kamu tidak terbiasa minum kopi, tidak perlu memaksakan diri untuk meminumnya. Lakukanlah apa yang biasanya kamu lakukan setelah bangun tidur, karena godaan untuk kembali tidur akan tetap muncul dengan atau tanpa minum kopi.

Temukan cara untuk langsung mengintegrasikan kopi ke rutinitas pagi kamu. Tujuannya adalah untuk membuat alarm kamu menjadi sebuah pemicu untuk meminum kopi.

Jika alarm kamu berdering, minumlah kopi. Cobalah beberapa cara berbeda supaya membuat kamu otomatis berpikir untuk minum kopi setelah bangun tidur.

Awalnya saya mencoba untuk bangun pagi dan meracik kopi di dapur, saya bahkan tidak berhasil sampai ke dapur. Setelah itu, saya coba menyiapkan secangkir es kopi di malam hari sebelum saya tidur dan menaruhnya di meja, saya masih tidak berhasil untuk sampai ke meja.

Pada akhirnya, saya meletakkan cangkir kopi tersebut di atas smartphone saya. Jadi, untuk mematikan alarm, saya harus mengangkat cangkir kopi itu terlebih dahulu.

Ketika cangkir kopi sudah di tangan, mengapa tidak sekalian meminumnya, bukan? Selamat, kini kamu telah berhasil bangun pukul 5.00 pagi. Manfaatkanlah itu untuk menyiapkan startup kamu!

Alihkan dirimu untuk bangun

Masih belum terbangun? Sedikit pengalihan mungkin akan berguna. Sebagai orang yang sangat suka berselancar di internet, saya mungkin bukan orang terbaik untuk memberi saran meningkatkan produktivitas.

Saya menghabiskan banyak waktu melihat gambar-gambar kucing lucu di Reddit, Imgur, dan 9GAG. Hingga akhirnya saya telah melihat semua isinya dan berharap ada konten baru yang muncul.

Jadi, mari kita lihat sisi positifnya. Jika melihat gambar kucing lucu di internet pada malam hari bisa menyebabkan kita mengalami insomnia, maka mengecek smartphone atau komputer kita di pagi hari dapat membantu kita untuk bangun.

Jika kamu tidak bisa langsung mengerjakan persiapan startup kamu setelah bangun tidur, kamu mungkin bisa menunggu beberapa menit dulu hingga kamu memang benar-benar siap. Ingat, ada dua tantangan yang harus kamu hadapi, bangun pagi dan mencicil persiapan startup.

Pecah startup kamu menjadi beberapa bagian kecil

Ketika baru bangun tidur di pagi hari, saya tidak ingin langsung menghadapi berbagai masalah di tahap persiapan startup saya. Mood kamu di pagi hari mungkin tidak sebagus biasanya. Jadi, mengerjakan hal yang tidak menyenangkan hanya akan memancing kamu untuk kembali tidur.

Sekarang saya rasa hampir semua orang telah gagal memenuhi resolusi tahun barunya. Salah satu alasannya mungkin karena kita memilih sesuatu yang terlalu besar dan sulit.

The Art of Manliness menyadarkan kita bahwa kebiasaan untuk mengerjakan sesuatu yang kecil akan menuntun ke sesuatu yang lebih besar. Kamu tidak mungkin membangun startup dalam satu hari. Kamu hanya harus memulainya terlebih dahulu. Setelah memulainya, akan lebih mudah untuk melanjutkannya.

Pecah startup kamu menjadi beberapa bagian kecil yang dapat dikerjakan pagi hari sebelum berangkat ke kantor. Sebagai contoh, jika produk startup kamu adalah aplikasi, setiap pagi kamu bisa mulai menulis sebaris kode program. Tulislah satu paragraf—jika itu adalah blog, atau buatlah satu desain produk.

Lebih baik untuk mengerjakan sedikit demi sedikit secara bertahap dibandingkan menghabiskan banyak waktu untuk mengerjakan banyak hal sekaligus. Ingat, tidak semua pekerjaan harus sempurna. Kerjakan secara disiplin dan buatlah menjadi sebuah kebiasaan baik yang baru.

Gunakan metode Lean Startup

Percaya atau tidak, pada awalnya tidak ada orang yang sebenarnya tahu apa yang akhirnya mereka lakukan. Bahkan startup unicorn terbesar sekalipun membutuhkan banyak waktu untuk mencari dasar yang jelas. Airbnb dapat bertahan berkat penjualan sereal bertema politik, yaitu Obama O’s and Cap’n McCain’s.

Pendiri Slack, Stewart Butterfield, juga pada awalnya membuat sebuah game gagal bernama Glitch. Bahkan, YouTube pada awalnya merupakan sebuah situs kencan video Tune in Hook Up.

Mulailah mengerjakan startup kamu dengan bertahap, terperinci, dan terfokus sesuai dengan metodologi buku The Lean Startup yang dipopulerkan oleh Eric Ries. Dengan demikian, kamu akan lebih mudah mengimplementasikan ide-ide dan mendapatkan timbal balik yang cepat dari pengguna.

Kamu tentu sudah tahu bahwa 75 persen startup di dunia mengalami kegagalan. Jadi apakah kamu tetap mau menghabiskan seratus hari mengerjakan produk kamu secara tertutup? Bagaimana jika setelah produk kamu selesai, orang-orang tidak menyukainya?

Bukankah lebih baik jika kamu berinteraksi dengan orang lain selama proses pengerjaan, sehingga kamu tahu pasti apa yang mereka butuhkan dan inginkan? Jangan sampai kamu keliru mengambil langkah.

Jangan terlampau puas dengan apa yang sudah kamu kerjakan. Kamu harus terus menguji produk kamu melalui berbagai eksperimen kecil. Ketika saya pertama kali memulai Krown.io, saya menyebutnya sebagai Annotation Blogging Platform (platform anotasi blog). Kemudian saya sadar bahwa sebagian besar masyarakat masih belum tahu apa itu anotasi.

Kami sudah mencoba berbagai hal seperti Smart Blogging, Highlight Blogging, Feedback Blogs, dan Contextual Blogging Platform. Hasilnya? Mereka juga tidak tahu apa-apa tentang itu.

Jadi kami memutuskan untuk menambahkan penjelasan yang lebih mudah dimengerti, yaitu “highlight a text and add comments directly on the highlighted text.” Kamu harus selalu melakukan validasi atas hipotesismu.

Publikasikan karya kamu

Kita semua pasti memiliki sebuah ketakutan. Mungkin kamu merasa takut jika karya kamu akan dicemooh dan dijatuhkan oleh orang-orang setelah dipublikasikan. Kenyataannya? Tidak ada yang peduli dengan itu.

Di dunia ini ada lebih dari dua juta karya yang dipublikasikan setiap harinya. Tantangan terbesar yang harus kamu pikirkan saat ini bukanlah ketakutan yang tidak terbukti itu, tetapi bagaimana caranya agar karya kamu ini dapat dipublikasikan dan mendapat sorotan dari mata masyarakat.

Jika sekarang saja kamu masih kesulitan untuk bangun pagi dan mengerjakan startup kamu, sebaiknya jangan terlalu memusingkan konten terlebih dahulu. Mulailah semuanya secara bertahap, jangan sampai timbul rasa khawatir berlebihan. Itu sama saja seperti khawatir terlalu banyak belajar, seakan-akan imbasnya kamu akan menjadi profesor di Harvard.

Jika kamu masih kesulitan untuk membangun startup kamu, solusi pertama yang perlu dilakukan adalah bangun lebih pagi dan mulai mengerjakannya. Ini sudah terbukti secara ilmiah, bukan hanya berdasarkan pengalaman saya saja.

Kamu dapat mulai untuk memublikasikan kemajuanmu menggunakan hal yang sederhana seperti Twitter. Thomas Frank dari College Info Geek menggunakan Twitter dan Buffer untuk memaksa dia bangun pagi. Ia menjadwalkan tweet berisi bahwa ia akan mendonasikan US$25 (sekitar Rp327.000)tiap pagi. Jadi, ia harus bangun pagi sebelum tweet itu “mengudara.”

Percayalah pada dirimu sendiri. Karya kamu luar biasa.

Terobsesi dengan produktivitas

Cobalah melakukan sebanyak mungkin hal dengan usaha yang seminim mungkin. Saya memulai setiap pagi dengan menulis jurnal. Jika saya menulis hanya untuk kepentingan pribadi, saya mungkin tidak akan serajin ini. Menulis jurnal telah membantu pengembangan startup saya dalam tiga hal sekaligus.

Pertama, menulis jurnal di pagi hari membantu saya untuk melihat perkembangan yang telah dicapai. Bagaimana caranya agar saya bisa lebih banyak berinteraksi dengan pengguna? Apakah saya harus beralih dari platform komentar WordPress ke Disqus?

Apakah iklan Adsense masih baik digunakan dalam era Adblock? Kapan waktu terbaik untuk memublikasikan blog? Apa saja pekerjaan yang dapat saya otomatisasi? Apakah saya sudah gila dengan memulai bisnis sendiri?

Kedua, menulis jurnal dapat membantu membangun konten untuk blog saya, TechMob. Membangun blog yang bagus membutuhkan cukup banyak waktu. Kamu butuh sekitar seribu artikel untuk mulai mendapatkan traksi organik dari Google. Menulis jurnal setiap hari membantu kita untuk membangun dasar konten yang diperlukan.

Terakhir, menulis jurnal untuk publik membantu saya mempromosikan platform anotasi blog saya, Krown. TechMob dibangun dari Krown dan menggunakan sistem komentar per kalimat untuk menambahkan informasi terkait. Setiap tulisan di TechMob akan mempromosikan Krown melalui sub domain techmob.krown.io dan call to action di bagian bawah artikel.

Persiapan untuk bekerja tanpa henti

Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 7.00 pagi, bersiap-siaplah untuk berangkat ke kantor meskipun masih ingin mengerjakan startup kamu. Kamu harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhanmu sehari-hari. Mengerjakan pecahan kecil startup di pagi hari dapat menjadi persiapan sebelum kamu harus bekerja dari jam 9.00 sampai 5.00.

Mengerjakan startup butuh waktu, dan kamu butuh makan. Berdasarkan strategi barbel (dari buku Anti-Fragile oleh Nassim Taleb), kamu harus mengalokasikan 20 persen sumber daya yang dimiliki untuk aktivitas berisiko. Contohnya, membangun startup atau bermain bungee jumping. Lalu investasikan 80 persen sumber daya yang tersisa untuk hal yang tidak berisiko seperti sekolah, bekerja, atau makan malam bersama keluarga.

Nikmati semua waktu kamu di dunia ini. Bangunlah startup kamu sebagai proyek sampingan, lakukan validasi, lalu mulai terjun serius ketika kamu sudah siap.

Jadi, kapan kamu akan bangun?

Rutinitas pagi di dunia startup akan berbeda. Kamu harus coba mencari rutinitas yang dapat membawamu semakin dekat dengan tujuan. Jika kamu harus menghabiskan delapan jam mengerjakan sesuatu yang tidak disukai, kamu setidaknya harus menginvestasikan satu jam melakukan hal yang kamu sukai.

Kamu tidak dapat melakukan hal yang sama terus menerus dan mengharapkan hasil yang berbeda. Jangan biarkan situasi yang ada saat ini menuntunmu ke jalan yang salah. Hadapi kenyataan, jalani hidup kamu sesuai dengan apa yang kamu percayai. Bangunlah lebih pagi, dan mulailah membangun startup kamu!

Diambil dari TechInAsia Oleh Min H. Park